Imas Rohaeni Model Pembelajaran Kooperatif Tsts

Model Pembelajaran Kooperatif TSTS

Imas Rohaeni Model Pembelajaran Kooperatif Tsts

Model Pembelajaran Kooperatif TSTS (Two Stay Two Stray) Pada MTs Al-Farabi

Model Pembelajaran Kooperatif TSTS yang diterapkan guru merupakan salahsatu bentuk kreatif dalam mengajar. Memanfaatkan media dan model pembelajaran yang asyik dan menarik dapat membuat peserta didik betah dan nyaman di kelas.

Beberapa waktu yang lalu Saya (Imas Rohaeni) melakukan supervisi ke kelas ada beberapa guru yang memang sudah kreatif dalam memanfaatkan model pembelajaran, tidak melulu ceramah dan mencatat, banyak sekali model pembelajaran yang bisa di adopsi oleh guru, model model pembelajaran yang kooperatif.

Seperti salah satu contoh pembelajaran yang dilakukan di kelas VIII ini Mata Pelajaran SKI Oleh Bapak Dedi M Firdaus, S.PD.I guru di MTs Al-Farabi Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, beliau menggunakan model pembelajaran kooperatif TSTS. Luar biasa peserta didik aktif.

Guru hanya mengarahkan saja, ternyata setelah di gali, begitu banyak potensi peserta didik banyak yang mau dan aktif dalam kegiatan pembelajaran.

Apa itu model pembelajaran TSTS?

TSTS artinya Two Stay Two Stray (Dua tinggal dua tamu).

Tujuan Model Pembelajaran TSTS

Dalam model pembelajaran ini peserta didik dihadapkan pada kegiatan mendengarkan apa yang disampaikan oleh temannya ketika sedang bertamu, yang secara tidak langsung peserta didik akan dibawa untuk menyimak apa yang disampaikan oleh anggota kelompok yang menjadi tuan rumah tersebut.

Langkah-langkah Model Pembelajaran Two Stay Two Stray

Langkah-langkah yang harus diterapkan pada model pembelajaran TSTS (Two Stay Two Stray) ini (dalam Lie, 2002:60-61) adalah sebagai berikut:

  1. Peserta didik bekerja sama dalam kelompok berempat seperti biasa.
  2. Setelah selesai, dua peserta didik dari masing-masing kelompok akan meninggalkan kelompoknya dan masing-masing bertamu ke kelompok yang lain.
  3. Dua peserta didik yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka ke tamu mereka.
  4. Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain.
  5. Kelompok mencocokkan dan membahas hasil-hasil kerja mereka.

Demikian salah satu model pembelajaran kooperatif yang bisa kita terapkan dalam pembelajaran.

Siwa belajar dengan senang, nyaman dan berkesan.


Kontributor: Imas Rohaeni


Tinggalkan Balasan