Guru Profesional Harus Merencanakan Pembelajaran Yang Bermutu

Merencanakan Pembelajaran yang Bermutu

Guru Profesional Harus Merencanakan Pembelajaran Yang Bermutu

Merencanakan pembelajaran adalah hal yang perlu diperhatikan oleh seorang guru, seorang guru jangan sampai gagal dalam merencanakan pembelajaran, karena gagal dalam merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan.

Dalam penyusunan perencanaan pembelajaran ini jangan terjebak dengan formalitas saja, tetapi sebaiknya perencanaan pembelajaran yang di buat benar-benar dapat menciptakan pembelajaran yang bermutu. Rencana pembelajaran bermutu cirinya adalah:

  • efektif dan dapat mencapai tujuan pembelajaran
  • berpusat pada aktivitas peserta didik
  • menggunakan metode dan media yang dapat membuat proses pembelajaran menyenangkan dan berkesan

Perencanaan pembelajaran yang bermutu akan menghasilkan pembelajaran yang bermutu juga. Maka dari itu dalam membuat perencanaan pembelajaran guru harus memperhatikan hal hal sebagai berikut:

Guru Profesional Harus Merencanakan Pembelajaran Yang Bermutu
Guru Profesional Harus Merencanakan Pembelajaran Yang Bermutu

Memahami Regulasi/ Peraturan Perundang-undangan Yang Terkait

Dalam penyusunan perencanaan pembelajaran penting bagi guru untuk memahami peraturan perundang-undangan yang akan dijadikan landasan hukum dalam melaksanakan tugas nya diantaranya:

  • Undang undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang  Sistem Pendidikan Nasional.
  • Undang undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
  • Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2017 tentang guru.
  • Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan, Perubahan PP Nomor 19 Tahun 2005.
  • Permendikbud 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
  • Permendikbud 23 Tahun 2016 tentang  Standar Penilaian Pendidikan.
  • Permendikbud 22 Tahun 2016 tentang  Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
  • Permendikbud 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah.
  • Permendikbud 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah.
  • Permendikbud 8 Tahun 2016 tentang  Buku yang digunakan oleh Satuan Pendidikan.
  • Pedoman atau Petunjuk teknis lain yang berkaitan dengan pembelajaran yang dikeluarkan oleh Kemendikbud atau Kemenag.
  • Dan lain sebagainya.

Dengan memahami peraturan perundang undangan kita akan terhindar dari perbedaan dan memberikan kejelasan kepada  guru sebagai rujukan dalam  membuat adminisrasi pembelajaran.

Menganalisis Kalender Pendidikan

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran. Penting bagi guru menganalisis kalender pendidikan sebagai sarana untuk memetakan pencapain tujuan pembelajaran.

Hal penting yang harul diperhatikan dalam kegiatan menganalisis alokasi waktu seperti:

  • Permulaan tahun pelajaran  adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.
  • Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran  untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.
  • Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.
  • Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.

Menyusun Program Tahunan dan Program Semester

Program tahunan adalah rencana penetapan alokasi waktu satu tahun untuk mencapai tujuan  yang telah ditetapkan. Program Tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas, berisi tentang garis-garis besar yang hendak dicapai dalam satu tahun dan dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan program ini perlu dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru sebelum tahun pelajaran dimulai, karena merupakan pedoman bagi pengembangan program-progran berikutnya, yakni program semester, mingguan dan harian serta pembuatan silabus dan sistem penilaian. Program tahunan memuat penjabaran alokasi waktu tiap-tiap kompetensi dasar untuk tiap semester dan tiap kelas selama satu tahun pelajaran.

Komponen-komponen yan harus ada dalam menyusun program tahunan adalah:

  1. Identitas, yang meliputi mata pelajaran, kelas, tahun pelajaran;
  2. Format isian, yang meliputi, semester, kompetensi inti,  kompetensi dasar, materi pokok dan  alokasi waktu.

Program Semester adalah satuan waktu yang digunakan untuk penyelenggaraan program pendidikan. Kegiatan yang dilaksanakan dalam semester itu ialah kegiatan tatap muka, dan non tatap muka, mid semester, ujian semester dan berbagai kegiatan lainya yang diberi penilaian keberhasilan. Dalam program semester dipakai satuan waktu terkecil, yaitu satuan semester untuk menyatakan lamanya satu program pendidikan. Program semester adalah program yang berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Program semester merupakan penjabaran dari program tahunan.

Komponen-komponen yang harus ada dalam menyusun program semester adalah 1) Identitas yang meliputi: Satuan Pendidikan, Mata Pelajaran, Kelas/Semester, Tahun Pelajaran. 2) Format Isian, meliputi: Kompetensi Inti,  Kompetensi Dasar,  Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK),  Jumlah Jam Pelajaran dan bulan.

Menyusun Silabus

Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran.  Berdasarkan permendikbud nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses Silabus paling sedikit memuat:

  1. Identitas mata pelajaran (khusus SMP/MTs/SMPLB/Paket B dan SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/Paket C/ Paket C Kejuruan);
  2. Identitas sekolah meliputi nama satuan pendidikan dan kelas;
  3. Kompetensi inti, merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran;
  4. kompetensi dasar, merupakan kemampuan spesifik yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait muatan atau mata pelajaran;
  5. tema (khusus SD/MI/SDLB/Paket A);
  6. materi pokok, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi;
  7. pembelajaran, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan;
  8. penilaian, merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik;
  9. alokasi waktu sesuai dengan jumlah jam pelajaran dalam struktur kurikulum untuk satu semester atau satu tahun; dan
  10. sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar atau sumber belajar lain yang relevan.

Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah sesuai dengan pola pembelajaran pada setiap tahun ajaran tertentu. Silabus digunakan sebagai acuan dalam pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran.

Pada kurikulum 2013 guru tidak lagi menyusun silabus melainkan silabus sudah tersedia guru hanya tinggal menelaah saja.

Menganalisis Keterkaitan SKL, KI dan KD

Sebelum menyusun perencanaan pembelajaran maka perlu dilakukan analisis keterkaitan antara SKL,KI dan KD untuk mempermudah dalam penyusunan perencanaan pembelajaran dan memastikan bahwa rencana pembelajaran yang dibuat lebih baik dan bermutu.

Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. (Terdapat pada permendikbud nomor 20 tahun 2016)

Kompetensi Inti merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap tingkat kelas atau program yang menjadi landasan Pengembangan Kompetensi Dasar.

Kompetensi Inti mencakup: sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang berfungsi sebagai pengintegrasi muatan pembelajaran, mata pelajaran atau program dalam mencapai Standar Kompetensi Lulusan. (Terdapat pada permendikbud nomor 24 tahun 2016).

Kompetensi Dasar adalah kemampuan untuk mencapai Kompetensi Inti yang harus diperoleh peserta didik melalui pembelajaran. Dalam setiap rumusan KD terdapat unsur kemampuan berpikir dan bertindak yang dinyatakan dalam kata kerja dan materi. (Terdapat pada permendikbud nomor 24 tahun 2016).

Membuat RPP (Lesson Planning/ Rencana Program Pembelajaran)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).

Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Pada kurikulum 2013 revisi RPP yang dibuat harus  mengintegrasikan PPK, Literasi, 4C (Pengetahuan abad 21) dan HOTS.

Berdasarkan Permendikbud No. 22 Tahun 2016, Komponen RPP adalah  sebagai berikut:

  1. identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
  2. identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
  3. kelas/semester;
  4. materi pokok;
  5. alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
  6. tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  7. kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
  8. materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi;
  9. metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai;
  10. media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran;
  11. sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
  12. langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan
  13. penilaian hasil pembelajaran.

Tinggalkan Balasan